Apa Itu YAMPI
A. SEJARAH SINGKAT
Yayasan Amal Masyarakat Pertanian Indonesia (YAMPI) hadir ditengah-tengah masyarakat tiga puluh tahun yang lalu yaitu tepatnya tahun 1993. Dalam rentang perjalanannya, YAMPI telah banyak memberi kontribusi pada upaya peningkatan dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) pertanian baik untuk petani-nelayan Indonesia maupun petani-nelayan dari negara-negara Afrika.Kontribusi ini,sekaligus membantu pemerintah Indonesia dalam memperkuat hubungan kerjasama dengan negara-negara Afrika yang tergabung dalam kelompok Selatan-Selatan dan Badan Pangan Dunia (FAO).
Meskipun pada awalnya program dan kegiatan YAMPI banyak berorientasi pada program bantuan petani-nelayan negara negara Afrika, namun dalam melaksanakan misinya tetap memperhatikan upaya peningkatan dan pengembangan SDM petani-nelayan Indonesia. Di dalam negeri program tersebut diwujudkan dalam bentuk program pengembangan kapasitas dan kapabilitas kelompok Kontak Tani-Nelayan Andalan (KTNA) dan program kepedulian petani-nelayan berupa pemberian beasiswa bagi anak-anak petani-nelayan yang berprestasi tetapi orang tuanya tidak mampu membiayai pendidikannya di perguruan tinggi.
Seiring dengan perjalanan waktu, setelah Indonesia mengalami krisis moneter pada tahun 1997 yang berdampak terhadap depresiasi nilai tukar rupiah, dan berlanjut dengan krisis ekonomi, maka YAMPI mengalami keterbatasan untuk melanjutkan program bantuan petani-nelayan Afrika baik dalam bentuk permagangan maupun pengiriman tenaga teknis untuk pendampingan pada petani-nelayan Afrika pasca permagangan di Indonesia.
Untuk mrngantisipasi kondisi pendanaan yang semakin terbatas ini, Pembina dan Pengurus YAMPI mulai tahun 2000 sampai sekarang telah mengambil kebijakan strategis melalui langkah-langkah pengetatan penganggaran terhadap penglolaan program dan kegitan dengan menetapkan skala proriotas terhadap upaya penguatan dan pengembangan SDM pertani-nelayan dalam negeri.
Dengan demikian, arah kebijakan YAMPI lebih berfokus pada peningkatan kualitas kepemimpinan kontaktani-nelayan, dan berorientasi pada pemberdayaan dan kepedulian terhadap petani-nelayan, serta bertumpu pada penguatan usaha dan kerjasama kelembagaanyang berporos pada pengembangan keterpaduan program.Selain itu,kebijakann ini didukung dengan pengelolaan administrasi yang berazaskan transparansi dan akuntabilitas.
B. TUJUAN
- Meningkatkan peranan Kontaktani-nelayan Indonesia dalam pembangunan pertanian.
- Menjalin kerjasama petani-nelayan Indonesia dengan sesama Petani-nelayan negara-negara Afrika,
- Negara-negara kelompok Selatan-Selatan dan Negara anggota Gerakan Non Blok (GNB) melalui program pertukaran, kunjungan dan pelatihan magang Indonesia.
- Membantu biaya pendidikan anak-anak keluarga petani-nelayan yang berprestasi tetapi tidak mampu membiayai pendidikannya.
- Kegiatan lain yang bersifat pendidikan dalam rangka meningkatkan kemampuan kepemimpinan Kontaktani-nelayan.
C. BADAN HUKUM
Yayasan Amal Masyarakat Pertanian Indonesia (YAMPI) didirikan dihadapan Notaris Ny. Siti Pertiwi Shidki, SH dengan Akta Notaris No. 41, tanggal 4 Desember 1993. Kemudian Akta Notaris tersebut disempurnakan dihadapan Notaris Sri Agustini, SH dengan Akta Notaris No. 02, tanggal 05 Januari 2009. Penyempurnaan akta notaries ini sesuai amanat Undang Undang No. 16 tahun 2001 tentang Yayasan, Juncto Undang Undang Republik Indonesia No. 28 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Undang Undang No. 16 Tahun 2001 tentang Yayasan.
Selanjutnya Akta Notaris Nomor 2 Tanggal 05 Januari 2009 diatas, mendapat pengesahan melalui keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor AHU-160.AH.01.04 Tahun 2009 tanggal 21 Januari 2009 tentang Pengesahan Yayasan dengan amar Pengesahan Akta Pendirian (Yayasan Amal Masyarakat Pertanian Indonesia).
D. PROGRAM DAN KEGIATAN
Untuk mewujudkan Visi dan Misi YAMPI, pengurus menetapkan TRI PROGRAM dengan kegiatan sebagai berikut:
I. Pengembangan Sumber Daya Manusia Petani Nelayan.
- Peningkatan Kualitas Kemampuan Kelompok KTNA,
- Penumbuhan Kader-kader Petani-Nelayan dan Wirausaha Muda,
- Pemberdayaan Sumberdaya Manusia Petani-Nelayan,
- Peningkatan Kepedulian Terhadap Petani-Nelayan.
II. Penguatan Kelembagaan dan Jejaring Kerjasama Usaha.
- Melalui kerjasama penyelenggaraan Diklat/Pelatihan dengan lembaga/instansi penyelenggara Diklat/Pelatihan baik pemerintah, maupun swasta/petani-nelayan serta peningkatan kualitas pelayanan, prasarana dan sarana, promosi dan daya saing usaha.
- Melalui penyusunan modul/silabi/pola/metode pengembangan diklat/pelatihan kewirausahaan agribisnis secara bersama, pemanfaatan tenaga kediklatan, sarana dan prasarana diklat/pelatihan serta sharing pendanaan penyelengggaraan diklat/ pelatihan
III. Pengelolaan Administrasi Berbasis Akuntabilitas.
Melalui pemantapan pengelolaan administrasi untuk memenuhi tata kelola administrasi yang baik, pemantapan sistem perencanaan dan evaluasi penyelenggaraan,penyempurnaan administrasi keuangan, pengadministrasian aset,pelaporan secara tertib dan tepat waktu,pendokumentasian dan penguatan informasi serta pengawasan internal secara melekat.